• iconadmin@smpn3surakarta.sch.id

icon Jl. Matoa Raya I Karangasem, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah 57145

icon

Informasi

02717469514

KAMPANYE PEDULI LINGKUNGAN SMP NEGERI 3 SURAKARTA: Budayakan Siswa Pilah Sampah dari Rumah

KAMPANYE PEDULI LINGKUNGAN SMP NEGERI 3 SURAKARTA: Budayakan Siswa Pilah Sampah dari Rumah

KAMPANYE PEDULI LINGKUNGAN SMP NEGERI 3 SURAKARTA: Budayakan Siswa Pilah Sampah dari Rumah

 

Sebagai wujud partisipasi dalam World Cleanup Day (WCD), SMP Negeri 3 Surakarta mengadakan kampanye gerakan peduli lingkungan dengan mengajak siswa budayakan pilah sampah dari rumah. Kegiatan tersebut dilakukan pada Selasa dan Rabu, 21 – 22 September 2021.

Kampanye Peduli Lingkungan dengan cara Pilah Sampah dari Rumah bertujuan untuk memberikan edukasi dan kesadaran kepada siswa siswi bahwa menanggulangi masalah sampah dapat dilakukan dengan cara memilah sampah dari rumah, membudayakan anak untuk perduli terhadap lingkungan itu sangat penting.” ujar Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Surakarta Dra. Suparyanti, M.Si.

Dalam kampanye tersebut, Bapak Ibu guru dan karyawan beserta perwakilan siswa membuat video arahan pemilahan sampah yang dilakukan di sekolah agar siswa dapat mempraktekannya dirumah masing-masing. Semua warga sekolah ikut berpartisipasi dalam kegiatan pilah sampah yang hasilnya akan dikirim ke bank sampah.  Untuk sampah organik dapat di manfaatkan sebagai pupuk kompos, kertas dapat dijadikan amplop, sedangkan sampah anorganik misalnya plastik dapat dijadikan kreasi sampah plastik seperti pot dari botol plastik, ecobrik, dan berbagai kerajinan dari limbah plastik.

Partisipasi Guru dalam Kegiatan Pilah Sampah dan Penyerahan Sampah ke Bank Sampah

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tumbuhkesadaran siswa akan pentingnya memilah sampah dari rumah, dan tidak membuang sampah sembarangan. Memilah sampah dengan tepat antara sampah organik, sampah plastik, dan sampah kemasan lain akan memudahkan pihak pengepul,pengolah bank sampah maupun pendaur ulang dalam mengelolahnya atau memanfatkannya, serta nilai sampah kemasan plastik jika tidak terkontaminasi dengan sampah organik maka akan bernilai lebih tinggi,” ujar Dra. Suparyanti, M.Si.

Kegiatan tersebut semua siswa kelas VII, VIII, dan IX ikut berpartisipasi. Mereka mengunggah ke media sosial dan mengirimkan foto kegiatan memilah sampah yang dilakukan dirumah kepada wali kelas masing-masing.